- Apa Itu User Experience?
- Mengapa UX Penting bagi Teknologi Bisnis?
- 1. Mempermudah Pengguna Berinteraksi dengan Teknologi
- 2. Meningkatkan Kepuasan dan Kepercayaan Pengguna
- 3. Mendukung Tujuan Bisnis
- 4. Kecepatan Juga Bagian dari Pengalaman Pengguna
- Bagaimana Bisnis Membangun Teknologi yang Berpusat pada Pengguna?
- Teknologi yang Baik Adalah Teknologi yang Bermanfaat
- Referensi
Perkembangan teknologi membuat bisnis memiliki semakin banyak pilihan untuk meningkatkan layanan dan operasional. Website, aplikasi, sistem pembayaran digital, chatbot, hingga berbagai platform berbasis data kini menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari. Namun, kecanggihan teknologi saja belum tentu menentukan keberhasilannya.
Salah satu faktor yang tidak kalah penting adalah pengalaman pengguna atau User Experience (UX). Teknologi yang memiliki banyak fitur tetapi sulit digunakan dapat membuat pengguna kesulitan mencapai tujuannya. Sebaliknya, teknologi yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna dapat memberikan pengalaman yang lebih efektif, efisien, dan memuaskan.
Apa Itu User Experience?
User Experience merupakan persepsi dan respons pengguna yang muncul ketika menggunakan atau bahkan mengantisipasi penggunaan suatu sistem, produk, atau layanan. Pengalaman tersebut dapat mencakup emosi, preferensi, kenyamanan, perilaku, hingga keberhasilan pengguna dalam menyelesaikan suatu tujuan. Dengan kata lain, UX tidak hanya berbicara tentang tampilan antarmuka, tetapi juga keseluruhan pengalaman ketika seseorang berinteraksi dengan teknologi. (International Organization for Standardization [ISO], 2019).
Contohnya dapat ditemukan ketika seseorang menggunakan aplikasi untuk melakukan pembayaran. Tampilan yang menarik memang penting, tetapi pengguna juga membutuhkan proses yang mudah dipahami, waktu respons yang cepat, informasi yang jelas, serta mekanisme keamanan yang membuat mereka merasa nyaman.
Karena itu, UX merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagaimana teknologi digunakan dalam kehidupan nyata.
Mengapa UX Penting bagi Teknologi Bisnis?
1. Mempermudah Pengguna Berinteraksi dengan Teknologi
Teknologi dibuat untuk membantu manusia menyelesaikan suatu kebutuhan. Jika pengguna harus melalui terlalu banyak langkah, mencari-cari fitur, atau memahami instruksi yang rumit, manfaat teknologi tersebut dapat berkurang.
Prinsip usability dalam human-computer interaction menekankan bahwa sebuah sistem seharusnya membantu pengguna mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan memuaskan. (ISO, 2019).
Bagi bisnis, hal ini berarti teknologi sebaiknya tidak hanya dinilai dari jumlah fitur yang tersedia, tetapi juga dari seberapa mudah fitur tersebut digunakan.
2. Meningkatkan Kepuasan dan Kepercayaan Pengguna
Pengalaman ketika menggunakan teknologi dapat memengaruhi bagaimana pengguna memandang sebuah bisnis. Proses yang cepat, informasi yang jelas, dan interaksi yang konsisten dapat menciptakan pengalaman positif.
Sebaliknya, sistem yang sering mengalami kendala, navigasinya membingungkan, atau prosesnya terlalu panjang dapat menimbulkan frustrasi. Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut dapat memengaruhi keputusan pengguna untuk kembali menggunakan layanan.
Dengan demikian, UX bukan hanya persoalan desain, tetapi juga bagian dari pengalaman pelanggan terhadap sebuah bisnis.
3. Mendukung Tujuan Bisnis
UX juga memiliki hubungan dengan indikator bisnis seperti conversion, engagement, dan keberhasilan pengguna menyelesaikan suatu proses.
Nielsen Norman Group menjelaskan bahwa metrik UX dapat digunakan untuk menghubungkan perubahan pada pengalaman pengguna dengan tujuan bisnis. Mereka juga mengumpulkan berbagai studi kasus yang menunjukkan bagaimana keputusan desain berbasis riset dapat memberikan dampak terhadap nilai bisnis. (Nielsen Norman Group, 2025).
Misalnya, pada sebuah website bisnis, tujuan pengguna mungkin adalah menemukan informasi produk dan melakukan pembelian. Jika proses tersebut dibuat lebih sederhana, peluang pengguna menyelesaikan tindakan yang diharapkan juga dapat meningkat.
4. Kecepatan Juga Bagian dari Pengalaman Pengguna
UX tidak hanya berkaitan dengan desain visual. Performa teknologi juga berperan penting.
Google mencatat bahwa keterlambatan pada mobile page load dapat berdampak negatif terhadap conversion. Dalam salah satu studi yang dikutip Google, keterlambatan satu detik pada waktu pemuatan mobile dapat berdampak hingga 20% terhadap conversion rate. (Google, 2017).
Hal ini menunjukkan bahwa aspek teknis seperti performa sistem dapat menjadi bagian dari pengalaman pengguna sekaligus berdampak pada hasil bisnis.
Bagaimana Bisnis Membangun Teknologi yang Berpusat pada Pengguna?
Membangun pengalaman pengguna yang baik membutuhkan proses yang berkelanjutan. Bisnis dapat memulainya dengan memahami siapa penggunanya, apa kebutuhan mereka, serta masalah apa yang ingin diselesaikan.
Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat diuji melalui user research, usability testing, analisis data, dan feedback pengguna. Hasilnya kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan secara bertahap.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip human-centred design, yaitu merancang sistem dengan mempertimbangkan manusia, kebutuhan, kemampuan, serta konteks penggunaan sepanjang siklus pengembangan teknologi. (ISO, 2019).
Teknologi yang Baik Adalah Teknologi yang Bermanfaat
Pada akhirnya, keberhasilan teknologi bisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan. Teknologi harus mampu membantu penggunanya mencapai tujuan dengan cara yang mudah, efektif, dan nyaman.
Karena itu, pengalaman pengguna sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap awal pengembangan teknologi, bukan hanya ditambahkan setelah sistem selesai dibuat.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, bisnis tidak hanya perlu bertanya “Apa teknologi terbaru yang dapat digunakan?”, tetapi juga “Bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penggunanya?”
Ketika teknologi dan kebutuhan manusia dapat berjalan bersama, sebuah sistem tidak hanya menjadi lebih mudah digunakan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memberikan nilai nyata bagi bisnis dan penggunanya.
Referensi
- International Organization for Standardization. (2019). ISO 9241-210:2019 Ergonomics of human-system interaction — Part 210: Human-centred design for interactive systems. https://www.iso.org/standard/77520.html
- International Organization for Standardization. (2023). ISO/TR 25060:2023 Systems and software engineering — Systems and software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE) — General framework for Common Industry Format (CIF) for usability-related information. https://www.iso.org/obp/ui?_escaped_fragment_=iso:std:iso:tr:25060:ed-1:v1:en&
- Nielsen Norman Group. (2025). UX metrics and ROI (5th ed.).https://www.nngroup.com/reports/ux-metrics-roi/?lm=management-vs-craft&pt=youtubevideo&
- Nielsen, J. (2013, November 24). Conversion rates. Nielsen Norman Group.https://www.nngroup.com/articles/conversion-rates/?lm=return-visits-not-bounce&pt=article&
- Google. (2017). Mobile site speed playbook. Think with Google.https://www.thinkwithgoogle.com/_qs/documents/7353/Mobile_Site_Speed_Playbook.pdf